dosa

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, ada banyak hal yang kita inginkan di dunia ini maupun di akherat kelak, ada yang menginginkan kehidupan yang membahagiakan dirinya dan keluarganya, dengan harta, mobil yang mewah, rumah besar dengan taman-taman yang indah, ada juga yang berharap jabatan yang tinggi, agar kemanapun ia melangkah, semua orang menghormati jabatannya, ada juga yang membanggakan kelebihan dirinya, ketampanan maupun kecantikannya, sehingga mati-matian menjaganya,atau bahkan merubahnya, mengeluarkan banyak materi untuk satu hal ini, hingga dia bangga ketika dia merasa tak ada seorangpun yang menandinginya.

Dari banyak hal tersebut, sejatinya yang sebenarnya dituju adalah sebuah posisi yang mulia, sebuah posisi yang menjadikan dirinya dimuliakan, dihormati dan disegani oleh oranglain. Dan sejatinya, hal yang seharusnya menjadikan diri kita mulia bukanlah topengnya, namun, sesuatu di dalam topeng tersebut, bukanlah jabatannya, namun orang yang menduduki jabatan tersebut, bukanlah harta dan rumahnya, namun orang-orang yang berada di dalamnya, bukan juga kecantikan ataupun ketampanannya, namun jiwa dari wajah yang telah diberikan Allah SWT kepadanya.

Maka, sejatinya, hal yang harus kita tuju adalah menjadikan diri dan jiwa kita mulia, mulia di hadapan Allah, sehingga menjadikan diri tersebut mulia di hadapan seluruh makhlukNYa termasuk manusia.

Allah SWT telah memberikan jalan bagi orang-orang yang menginginkan dirinya mendapatkan posisi mulia, kita lihat ayat Allah: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajjud (sebagai ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang mulia (QS; Al-Isra: 79)

Tahajjud adalah moment terindah bagi hamba-hamba Allah yang berharap kemuliaan disisiNya, kemuliaan yang hanya diberikan oleh Allah, bukan dengan jabatan, bukan dengan materi dan bukan juga dengan rupa, namun kemuliaan dari dalam diri, dalam jiwa, sehingga apapun jabatannya, seberapa banyakpun hartanya, bagaimanapun rupanya, para makhluk Allah akan selalu senang kepadanya, menghormatinya, memuliakannya bahkan meneladaninya.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap dan mereka menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, maka, tidak seorangpun mengetahui apa yang telah disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam-macam nikmat yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka krjakan (QS: Assajdah 16-17)

Kemuliaan inilah yang sesungguhnya ditawarkan oleh Allah bagi hamba-hambaNya, sehingga, tidak ada lagi ketakutan tidak dihormati karena kemiskinan, tidak lagi rasa minder karena jabatan yang rendah, tidak ada lagi merasa rendah diri karena ketidaktampanan dan atau kecantikan, karena kemuliaan itu milik Allah, Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dengan keimanan dan ilmu, wujud dari iman, adalah keyakinan dan ketaataan, dan wujud dari ilmu adalah amal dari apa yang telah diimani dan diyakini dari apa yang didapat dari alqur’an dan asssunnah.

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS; Al-Mujadiilah:11)

Dan Tahajjud adalah wujud dari keimanan dan ilmu, meyakini janji Allah dan juga mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Wallau A’lam