Ada tujuh golongan manusia yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: … Seorang laki-laki yang di goda oleh wanita yang berpangkat dan cantik, lalu ia berkata :‘Sungguh aku takut kepada Allah’ …”

“Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Rabbmu Maha melihat. ” (Al-Furqan: 20)

Jamaah yang dirahmati Allah SWT, hadits diatas menunjukkan keutamaan menjaga kehormatan dan meninggalkan perkara yang diharamkan, karena rasa takut kepada Allāh, bukan karena tidak ada kesempatan atau sedang tidak berselera.

Cukuplah kisah Yusuf As menjadi contoh bagi kita semua, tatkala beliau digoda dan diajak berzina oleh wanita yang amat cantik dan kaya raya, namun Yusuf As menolak untuk melakukannya karena ia takut kepada Allah. Sebagaimana dikisahkan dan diabadikan kisahnya dalam al-qur’an surat yusuf ayat:23, Allah berfirman: “Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Perbuatan zina adalah satu perbuatan yang keji dan hina. Zina bisa merusak keturunan, menimbulkan perpecahan dalam keluarga dan masyarakat. Seseorang yang melakukan zina, dan hasil daripada zina ini apabila hamil, untuk menutup malu pada keluarga dan masyarakat.ia sanggup membunuh bayi yang tidak berdosa dimana saja, kejadian yang seringkali terjadi belakangan ini, bermula dari zina.

“Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan perempuan (bukan mahram) karena yang ketiganya adalah syetan. (HR. Abu Dawud).

Hadits ini menunjukkan bukan hanya untuk laki-laki yg digoda oleh wanita, namun juga untuk wanita yang digoda oleh laki-laki, bagi orang-orang yang benar-benar takut Allah SWT, dia tidak akan melakukan perbuatan keji, termasuk zina, siapapun yang menggodanya, tidak ada urusan, karena sejatinya urusannya hanyalah dengan Allah, menyadari diri bahwa dia berasal dari Allah dan dikembalikan kepada-Nya.

 “Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’: 32)

Seseorang, apabila akhlak kepada Allah baik, insya Allah hal lain akan beres dan baik, namun apabila akhlak kepada Allah rusak, maka hal lain juga akan rusak, inilah muaranya, termasuk kita, perbagus akhlak kita kepada Allah, niscaya hal lain juga akan menjadi baik, apabila Allah memberi naungan kepada orang-orang yang menjaga syahwatnya, maka dia juga akan memberi naungan kepada orang-orang yang menjaga dirinya untuk tidak menggoda orang lain. Maka hendaklah menjaga pandangan, menutupi auratnya, menjaga rasa takut kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. (An-Nur: 30)