Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (al-Baqarah: 186)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam hendak mengutus salah seorang sahabatnya, Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu ke Yaman, beliau menitipkan beberapa pesan, di antaranya adalah, “Beritahukanlah mereka bahwa Allah mewajibkan bagi mereka zakat yang diambil dari kalangan orang mampu dari mereka dan dibagikan kepada kalangan yang faqir dari mereka. Jika mereka menaati kamu dalam hal itu, maka janganlah kamu mengambil harta-harta pilihan mereka. Dan takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena antara dia dan Allah tidak ada hijab (pembatas yang menghalangi)nya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salahsatu dari karunia dan kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hambaNya, adalah dia berkenan menjawab doa-doa hamba-hambaNya yang tersakiti, Sekalipun mereka adalah para pelaku dosa besar, yang dibesarkan dari makanan-makanan haram. Bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dikatakan, walaupun orang yang teraniaya itu adalah seorang kafir.

Kezaliman telah diharamkan oleh Allah Subhaanahu Wata’ala atas seluruh umat manusia. Apa pun agamanya. Allah Subhaanahu Wata’ala tidak meridhai tindakan zalim kepada orang-orang non muslim, sebagaimana Allah tidak ridha seorang muslim dizalimi.
Allah Azza Wajalla berfirman, artinya, “Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun.” (QS. Yunus: 44).

“Sesungguhnya Aku telah mangharamkan zalim itu atas diri-Ku, dan telah Aku jadikan zalim di antara kalian itu sesuatu yang diharamkan, karena janganlah kalian saling berlaku zalim.” (Hadits Qudsi)

Maka, ketika hati kita tersakiti, jiwa dan raga kita teraniaya, hendaklah berdoa kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, dengan penuh pengharapan, berdoa agar yang telah menyakiti kiita diberikan hidayah oleh Allah SWT, semoga dia tersadar dan berbenah diri, dan menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak, dan tidak lupa juga untuk berdoa untuk diri kita sendiri dan keluarga, agar lebih didekatkan lagi kepada Allah dan RasulNya, makin seneng dengan ibadah, juga berdoa agar diberikan kemudahan dalam setiap urusan yang terasa sulit,disampaikan kepada harapan dan cita-cita kita, dan agar dijadikan setiap langkah dan usaha kita penuh keberkahan dan manfaat, sehingga, kesedihan yang tadinya membuat diri kita merasa tidak berarti, akan berubah menjadi sebuah pencapaian harapan yang jauh lebih baik, bahkan menjadi sesuatu hal yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Rasanya sangat sayang, apabila pada waktu dimana Allah membuka hijab dari doa-doa kita untuk menembus langit, kemudian kita menjadikan doa kita hanya sebuah doab alas dendam yang sebenarnya tidak membawa manfaat samasekali, bahkan merugikan, dan kita pun tidak mendapatkan apa-apa kecuali kepuasan nafsu, yang sejatinya bukanlah sebuah kepuasan dan kebahagiaan, karena kebahagiaan sebenarnya adalah ketika kita menyadari bahwa hidup kita indah, dan akan menjadi indah apabila diiringi dengan ibadah dan manfaat untuk orang banyak. Wallahu a’lam