Dari Abu Hamzah Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu pelayan Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai bagi saudaranya (sesama muslim) segala sesuatu yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Jamaah yang dirahmati Allah SWT, salahsatu yang menjadikan iman kita sempurna adalah ketika kita benar-benar mencintai saudara-saudara kita sesama muslim, mencintai mereka seperti mencintai dirinya sendiri, Seorang muslim wajib merasa senang jika saudaranya memiliki agama yang baik. Dia senang jika saudaranya memiliki aqidah yang benar, tutur kata yang bagus dan perbuatan yang baik. Sebaliknya dia merasa benci jika keadaan saudaranya tersebut justru sebaliknya. Seorang muslim disunahkan untuk senang jika saudaranya mendapatkan kebaikan-kebaikan duniawi.

Contohnya, ketika seseorang mencintai kebaikan duniawi, seperti diberikan keberkahan dalam hartanya, kebahagiaan dalam kelaurga, makan makanan yang baik dan sehat, maka, seharusnya begitu pula yang harus dia berikan kepada saudaranya sesama muslim, apabila dia tidak menyukai baju yang robek, maka, jangan berikan baju yang telah robek itu kepada saudaranya, apabila dia tidak menyukai makanan-makanan tidak baik, maka dia dilarang untuk memberikan kepada saudaranya juga makanan yang serupa.

Rasulullah SAW bersabda: Sungguh orang-orang yang beriman, dalam kasih sayang antar mereka, dan cinta juga saling mengasihi, bagaikan satu tubuh, apabila salahsatu dari bagian tubuh itu sakit, maka tubuh yang lain akan merasa sakit (HR. Bukhari dan Muslim)

Begitu pula dengan doa yang diucapkan seorang mukmin kepada saudaranya, hendaklah berdoa yang baik, sebagaimana dia berdoa untuk dirinya sendiri, apabila seseorang selalu berdoa agar segala hal yang sulit dimudahkan, agar segala urusan dapat terlaksana dengan baik, agar dia mendapatkan keberkahan-keberkahan dalam hidup, harta, ilmu, jabatan juga usahanya, maka begitu pula dia mestinya berdoa untuk saudaranya, mengambil dari apa yagn disampaikan KH. Hasan Abdullah Sahal dari Gontor, “Berdoa, Minta Doa dan Mendoakan” karena sungguh, doa muslim untuk saudaranya pasti akan diijabah oleh Allah SWT, terlebih lagi doa tersebut tidak diketahui oleh yang bersangkutan, dan termasuk dari kasih sayangnya Allah SWT kepada hambaNya, Dia akan mengembalikan doa-doa yang baik yang dipanjatkan untuk saudaranya kepada sang pemunajat doa. maka, semakin banyak kita mendoakan saudara kita, maka semakin banyak juga kebaikan yang akan kita terima.

Dari Abu Darda’ Radhiyallahu’anhu, dia berkata bahwa Nabi Muhammamad Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda:“Tidak seorang muslim berdo’a untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya kecuali ada seorang malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya:’Aamiin, dan bagimu seperti yang kau do’akan.” (HR Muslim)

Teruslah mencintai saudara kita sesama muslim seperti apa yang kita cintai untuk diri kita, teruslah berikan yang terbaik untuk mereka, termasuk dalam doa, berdoa sebanyak-banyaknya untuk kebaikan saudara-saudara kita, sehingga Allah pun akan memberikan kita kebaikan-kebaikan dari apa yang telah kita panjatkan kepadaNya, aamiin.