Kawan, dalam hidup ini seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter, begitu juga dengan sahabat dan orang-orang terdekat kita, kadang menurut kita baik, menurut dia tidak, atau sebaliknya, atau kadang kita seringkali bertemu dengan sahabat yang sombong, yang merasa hebat, yang merendahkan kita, atau bahkan menghina dan mencaci maki kita.
bayangkanlah ketika anda telah berbuat begitu banyak untuk seorang sahabat dan teman baik, ternyata orang tersebut malah membuat kita terluka di kemudian hari, pernahkah kita sakit hati karena kata-kata bahkan tindakan oranglain yang selama ini kita anggap baik, atau bahkan telah kita bantu banyak hal.
mungkin ada, bahkan mungkin banyak sekali dari kita yang merasa demikian, terkadang dari hati kita ingin sekali membalasnya, ingin memukulnya, atau bahkan ada juga yah yang merencanakan pembunuhan atasnya, itu bisa saja terjadi. Namun, bagaimanapun dia adalah sahabat kita, orang terdekat kita, rasanya tak tega kita untuk membalas segala perbuatan buruknya, bahkan kitapun sering bertanya, dimana ya dia sekarang? bagaimana keadaanya, sudah berkeluarga kah? berapa anaknya? atau sederet pertanyaan lain yang ada di fikiran kita, kangen rasanya ingin bertemu. Tapi, disisi lain, seringkali kita berfikir, agar dia tidak mengulangi perbuatan buruknya, dan berubah menjadi pribadi yang membanggakan, sesekali bolehlah kita memberinya pelajaran, penyebabnya hanyalah satu, kurang dan tidak berterimakasih.

kawan, namun yang terjadi adalah, ketika dia datang kepada kita, walaupun untuk waktu yang sangat lama, tiba-tiba dia hadir dengan sejuta penyesalan, hadir dengan senyuman, hadir dengan janji tidak akan mengulangi apa yang telah diperbuatnya, dan memeluk kita dengan eratnya, hati kita pun luluh, sahabat yang dulu hilang ntah kemana, kini hadir kembali, seorang sahabat yang telah lama pergi dengan membawa begitu banyak duka dan kekesalan dalam hati kita, kini hadir di hadapan kita. atau terkadang hanya dengan smspun, telah menghadirkan suasana indah dan bahagia di hati kita. keceriaan pun akan tampak di wajah kita. asalkan dia tidak mengulangi kesalahannya, kita pasti bahagia dan bangga, namun, ketika dia mengulangi kesalahannya, rasanya sulit bagi kita untuk memaafkan, terlebih sudah banyak sekali maaf kita berikan kepadanya. dan kata maaf yang tidak bisa kita berikan adalah ketika dia dengan sengaja dan terang-terangan tidak menganggap keberadaan kita, dia dengan terang-terangan melawan kita, bahkan dengan terang-terangan mengajak orang-orang untuk membenci dan bahkan membunuh kita. itulah yang kita sebut sebagai kufur.

kawan, percayalah, begitulah Allah kepada kita, Dia lah Yang menciptakan kita, Dialah yang membentuk rupa kita, Dialah yang mengatur langkah kita, Dia pulalah yang memberikan apa yang kita butuhkan, hingga kita menjadi apa yang kita cita-citakan. ketika kita mulai menjauh dariNya, seringkali sebenarnya Allah menyentil kita, sering juga menjewer kita, dari mulai tidak lulus ujian, hingga sampai susah dapet kerja, atau bahkan sudah kerja tapi susah nyari kost, atau bahkan sudah dapet kerja, dapet kost jg, tapi sulit mendapatkan bos yang baik, atau duitnya hilang setelah gajian. Namun, terkadang jeweran dan sentilan Allah untuk kita sepertinya berlalu begitu saja, samasekali tidak berpengaruh, kita malah makin menjauh dariNya.

Namun kawan, di saat yang bagaimanapun, sesulit apapun kehidupan, sebanyak apapun dosa kita kepada Allah, Dia telah menunggu kita, seperti sang sahabat yang menunggu sahabat lamanya kembali bertemu. Hingga Dia pun melupakan segala kesalahan-kesalahan kita. aaamiiin.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“(wahai Muhammad) katakan kepada mereka: Wahai hamba-hambaku yang telah melampaui batas, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, Sungguh Allah mengampuni semua dosa hamba-hambaNya, (karena) Sungguh Dia Maha Pengampun lagi Penyayang (Azzumar 53)

Terimakasih ya Rabb, sampai hari ini Engkau masih memberiku hidup, walaupun telah banyak kesalahan yang telah ku perbuat, padahal, jangankan untuk mematikan aku, untuk menghancurkan duniapun, hanya dengan sekali sentuhanpun Engkau sangat mampu, karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu..