Tag

, , , ,

Ketika kita menaiki pesawat terbang, di tengah perjalanan tiba- tiba pesawat yang kita naiki berguncang hebat, bergoyang dan mengeluarkan suara besar, pada saat itu, seluruh penumpang pun berteriak, semua kaget, setiap ibu memeluk buah hatinya, setiap ayah memegang anak serta istrinya, setiap anak menangis bergetar hebat ketakutan dan ketika itu semua berteriak dan menyerukan asma Allah, memanggilNya, dan memohon pertolongannya, meminta keselamatan Nya, karena mereka tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti, celakakah atau selamatkah.

Hingga pada saatnya, pesawat kembali tenang, berjalan apa adanya, baik dan semua penumpang pun tersenyum dan bahkan bisa kembali menikmati perjalanan yang ada, hingga tiba saatnya pesawat landing, dan kitapun turun untuk bertemu keluarga kita yang telah menanti kedatangan kita.

Pada saat itu, jam telah menunjukkan waktu sholat, suara adzan telah menggema di seantero kota, Allah telah mengundang kita untuk bertemu dengannya,untuk sekedar mencurahkan isi hati kita, atau bahkan untuk bercerita tentang hari-hari yang telah kita lalui, namun, seringkali yang kita cari pertamakali adalah rumah makan, seringkali kita mencari tempat untuk mengobrol dengan relasi kita, atau bahkan sekedar ngopi dan ngobrol ngalor ngidul ntah kemana, padahal sebelumnya, kita meminta Allah untuk menghilangkan kesedihan kita, menghilangkan ketakutan yang ada dalam diri kita.

Ya mungkin begitulah sebagian dari kita bersikap, ada yang ingin sekali dihargai oleh oranglain, tetapi dia tidak bisa menghargai oranglain, seringkali kita ketika sedang sulit, sedang jenuh, bingung, merana, sengsara, sakit, memanggil-manggil Allah SWT,bahkan ada sebagian yang menyalahkan Allah SWT, mengapa hidupnya bisa begitu sengsara, tetapi ketika Allah sudah menghilangkan penyakit dari dirinya, mengangkat segala kesulitannya, merampungkan segala masalahnya, kita lupa, dan kembali kepada aktifitas biasa, tidak menghargai Allah atas apa yang telah Allah perbuat untuk kita.

Maka ketika kemudian kita ditimpa lagi bencana, bisnis dibuat bangkrut, kerja di PHK, hutang makin menumpuk, kehidupan terasa semakin sulit, mungkin ada baiknya kita sejenak melihat apa yang telah kita perbuat kemarin, mungkin ada waktu yang kita buang sia-sia, bahkan untuk bermaksiat, ada umur yang kita lupakan, ada rizki yang tidak pernah kita zakatkan, ada waktu sholat yang kita lewatkan, ada amanat yang kita khianati, ada keluarga yang kita lupakan, ada dosa yang lebih banyak kita lakukan daripada kebaikan.

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan apabila manusia ditimpa kesulitan, mereka memanggil, berseru kepada kami (untuk menghilangkan segala kesulitan itu) dengan berbaring, duduk ataupun berdiri, dan ketika Kami hilangkan segala kesulitan tersebut, mereka berjalan (melenggang begitu saja,lupa) seakan-akan tidak pernah berdoa kepada kami untuk menghilangkan kesulitannya, begitulah dibuat indah bagi orang-orang melampaui batas apa yang telah mereka kerjakan (QS; yunus: 12)

Kawan, Semoga kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan menghargai segala pemberian Allah kepada kita, hingga kita pun menjadi pribadi-pribadi yang berharga. aamiin