Tag

, , , ,

Kawan, Pernah lihat kota Mekkah?pasti setiap kita ingin mengunjungi Mekkah, bagi hamba-hamba Allah yang taat dan berharap ingin kesana, pasti akan tiba saatnya melihat, memandang dari dekat, menyentuh ka’bah, hanya menunggu waktu insya Allah.

Nabi Ibrahim as membawa isterinya siti Hajar(ibu Nabi Ismail), sewaktu Ismail as masih menyusu kepada ibunya. Nabi Ibrahim meninggalkannya di sekitar padang pasir (yang luas) tidak ada seorangpun yg tinggal di mekah kala itu. Tiada air dan tiada pula orang yg menemaninya terkecuali Ismail as yg masih merah dan menyusu pada ibunya. menceritakan inipun, saya menangis mengingat ananda tercinta dan ibundanya, betapa tegar dan hebatnya Siti hajar.

Nabi Ibrahm menyediakan untk keduanya satu kantong yang berisi kurma dan satu bejana berisi air. Kemudian Nabi Ibrahim pergi meninggalkan tempat itu. Hajar mengejarnya dan bertanya, “Wahai Ibrahim kemana engkau akan pergi? Dan engkau tinggalkan kami di lembah yang tidak ada tetangga dan tidak ada apa apa.” Hajar terus mengulang2 ucapan, Hajar terus mengulang2 ucapan sehingga Nabi Ibrahim as menoleh kepada Istrinya. Hajar berkata, “Apakah Allah swt yang memerintahkan hal ini kepadamu wahai ibrahim?, “Lalu Nabi Ibrahim as menjawab, “Ya, benar”. Hajar setelah mendngar jawaban itu,maka ia berkata, “Jika demikian,maka Allah swt tidak akan menyi-nyiakan2kan kami.” Kemudian Hajar kembali.

Nabi Ibrahim as melanjutkan perjalanannya. Ketika ia sampai di sebuah bukit, di mana istri dan anaknya sudah tak melihatnya,maka ia menghadapkan wajahnya ke arah Baitullah,kemudian ia mengangkat ke dua tangannya seraya berdo’a,”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tak mempunyai tanaman2 di dekat rumah Engkau  yang di hormati. Ya Tuhan kami (jadikanlah) agar mereka mendirikan shalat, sehingga hati sebagian manusia cenderung menyenangi mereka dan berilah rezekilah mereka dari buah2an,dan semoga mereka bersyukur.”

Hajar tetap menyusui anaknya. Sehingga ketika air yang ada dalam bejana itu telah habis, maka ia merasa haus dan haus pula anaknya. Hajar merasa iba melihat anaknya yang kehausan, kemudian ia pergi untk mencari air. Ia naik ke bukit shafa’, sebuah bukit yang terdekat. Kemudian ia melihat sekeliling lembah dari atas bukit itu,sekiranya ia menemukan air. Tetapi ia tidak melihat air. Kemudian ia turun dari bukit shafa dan berlari2 menuju bukit marwa. Ia berdiri di atas bukit dan mengarahkan pandangannya ke sekelilingnya kalau kalau ia melihat air, tetapi ia tidak menemukannya. Hajar melakukan hal itu 7 kali.

Ketika Hajar berada di bukit Marwa (untuk yang ke 7 kalinya), ia mendngar suara yang mengatakan “Tenanglah” yang di tujukan kepada dirinya. Ia memperhatikan suara itu dan ia mendengarnya lagi,kemudian ia berkata,”suaramu telah terdengar,sekiranya engkau membawa air maka tolonglah kami.”

Ismail pun merengek dan menangis sejadi-jadinya, karena haus yang teramat sangat, Ibu mana yang tidak bersedih melihat bayinya menangis tanpa bisa berbuat apa-apa, hingga Ismail mengepak kakinya, dan tidak lama kemudian, terpancarlah air dari tempat yang tandus itu.

Baitullah waktu itu hanya merupakan dataran tinggi seperti gardu. Di mana ketika ada banjir, maka airnya hanya lewat di samping kanan dan kirinya. Tidak lama setelah itu lewatlah sekel0mpok orang dari Jurhum yang datang dari arah Kada’. Kemudian mereka datang ke lembah Mekkah,lalu mereka melihat ada seekor burung yang terbang di sekitar tempat itu,maka mereka berkata, “Sesungguhnya burung ini terbang mengitari air,padahal setahu kami tidak ada air di daerah ini. “Lalu mereka mengutus satu atau dua orang untuk membuktikannya. Dan ternyata memang mereka mendapati air. Lalu mereka kembali dan mengabarkan apa yang di lihatnya kepada r0mbongan mereka. Sewaktu Ummu Ismail sedang berada di depan mata air itu. Mereka berkata apakah engkau mengizinkan kami untuk tinggal di tempat ini?.”Ummu Isma’il menjawab,”Tentu,tetapi kamu sekalian tidak mempunyai hak untk menguasai air ini. “Mereka menjawab,”Baiklah kalau begitu.”

dari Ibnu Abbas ra berkata, “Nabi saw bersabda : “Ummu Isma’il senang dengan keberadaan mereka, karena ia suka menyambung tali persaudaraan.”

Maka mereka tinggal di sana bahkan mereka mengambil keluarga mereka untk tinggal bersama mereka. Sehingga tinggallah beberapa keluarga. Sementara Isma’il sudah menjadi seorang pemuda yang gagah.

Hingga saat ini, Kota Mekkah merupakan kota yang sangat dirindukan, sangat diharapkan dan menjadi kota yang sangat indah, Bahkan air yang dahulunya tidak pernah diduga akan ada, menjadi air yang tidak pernah habis dan tidak pernah kering sumurnya, sungguh, sebuah sumur besar telah tergali di lahan tandus tak berpenghuni, yang manfaatnya dirasakan hingga saat ini oleh ratusan juta, bahkan milyaran dan triliunan manusia.

Kawan, kadangkala kita dihadapkan pada kesulitan hidup, kekurangan makanan, gaji tidak mencukupi, hidup pas-pasan, bahkan kegamangan dan ketakutan selalu menghantui kita akan masa depan kita dan keluarga.

belajar dari Ibrahim as, ketika beliau harus meninggalkan istri dan buah hati tercinta, tanpa sanak saudara, tanpa bekal yang cukup, tanpa rumah dan isinya, pertama kali beliau meminta kepada Allah agar istri juga anaknya menjadi orang yang selalu mendirikan shalat, bukan meminta makanan, minuman, pekerjaan, dan materi lainnya. Beliau begitu yakin, ketika ketaatan manusia kepada Penciptanya sudah pada batas maksimal, Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha dan ibadah sang hamba, hingga memberikannya yang terbaik, yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, hingga namanya pun, bukan hanya harum pada zamannya, namun, harum hingga saat dunia mulai memudar dan hilang.

wallahu a’lam.