Saya teringat pada hari dimana saya jalan-jalan dengan abah, ibu juga keluarga ke bogor ketika saya masih kecil dulu, abah memang orang yg sangat senang sekali jalan2, dari wisata di alam terbuka, pantai, gunung, gua, air terjun hingga hanya sekedar silaturrahim ke saudara-saudara, bahkan orang yang baru beliau kenal sekalipun.

Pada saat itu, ketika jalan pulang, hujan deras mengguyur kota bogor, sangat deras, kami berjalan seperti biasa, begitu riang, tapi tiba-tiba wiper kaca depan mobil mati dan tidak bergerak, supir kami, acing namanya, kaget bukan kepalang, dia tiba memberhentikan mobil ke pinggir jalan dan keluar untuk memperbaiki kipas tersebut, tapi anehnya, wiper tersebut tidak bisa berjalan normal, trseok-seok, kemudian kembali tidak bergerak, namun perjalan tetap harus dilanjutkan, bagaimana tidak, malamnya di tangerang abah harus mengisi pengajian, sedangkan jam saat itu sudah menunjukkan pukul 15.30.

terpaksa akhirnya bang acing, begitu saya memanggilnya, mengemudikan mobil tanpa wiper, mobil berjalan, tapi yang terjadi adalah, kebahagiaan, keceriaan yang sangat terasa, menjadi sebuah ketakutan, bagaimana tidak, hujan sangat deras, dan kami hampir tidak bisa melihat apa yang ada di depan kami dengan jarak 3 meter, semua terasa gelap, takut dan dengan sangat hati-hati bang acing mengendarai mobil.

Pada saat dimana kami ketakutan, bang acing meminggirkan mobil, kemudian berlari ke sebuah warung, kemudian balik lagi, dan terlihat menggosok-gosokkan kaca depan mobil, kemudian dia kembali ke depan stir, dan tersenyum, dan kemudian mobilpun berjalan, tapi yang berbeda adalah, kaca yg tadinya burem, gelap, berubah menjadi jernih kemudian kami bisa melihat apa yang ada di depan.

Abah pun bertanya, apa yang dilakukannya tadi? Bang acing menjawab, saya tadi beli shampo buat ngebersihin kaca, biar air hujan yang menerjang kaca bisa langsung turun dan kaca menjadi jernih” dia pun melanjutkan “abah, kita harus jalan terus, dan kita susah jalan, malah takut kalo kacanya burem dan tidak jernih”

Kawan, dari sedikit pengalaman ini, saya bukan hanya ingin memberitahu bahwa, ketika wiper mati, pakailah shampo, hehe, tetapi ada yang lebih dari itu.

Dunia yang kita jalani saat ini begitu banyak sekali godaan dan halangan yang menerjang kita, maka ada satu hal yang harus dilakukan, selalu membersihkan hati, selalu membersihkan diri, agar perjalanan kita di dunia ini akan terasa lebih baik, jernih dan penuh senyuman.

Ketika kita berjalan dengan hati yang kotor, jiwa yang selalu berdebu, dan maksiat selalu menjadi pendamping kita, maka yakinlah, kebahagiaan akan hilang dari diri kita, ketenangan akan berbuah keresahan, mudahnya hidup akan terasa sulit, masalah akan kunjung datang, tanpa pernah ada solusi.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Barang Siapa yang berpaling dari ayatKu, maka baginya kehidupan yang sempit/sulit (Thaha: 124)

Kawan, dari sekarang, mulailah menjernihkan hati, membersihkan jiwa, menghilangkan maksiat, sehingga kebahagiaan yang memang kita tuju dapat kita raih, bukan hanya untuk diri kita, tetapi untuk keluarga, kerabat, orang lain dan masyarakat kita. Selamat menjalankan segala aktivitas kita masing-masing, semoga Allah selalu meridhai langkah kita, aamiin.