Tag

, , , , ,

Suatu hari saya bersama sahabat, sobri namanya, pergi ke jogja, sobri memegang lembaran kertas alamat rumah temannya, takut-takutnya kita sampai disana malam dan tidak dapat tempat untuk menginap, maklum, saya dan sobri waktu tahun 2003 itu samasekali tidak pernah mengenal jogjakarta, aneh, para turis tau lah ini orang pribumi sendiri gak tau, hehe.

kami pun nekat berangkat ke jogja, dengan harapan bisa jalan-jalan di kota gudeg tersebut, bayangan-bayangan indah pun sudah melayang-layang beterbangan di benak kami, maklumlah, anak kampung yang mencoba ingin jalan- jalan dengan uang seadanya.

Kamipun tiba di prambanan, jam menunjukkan pukul 19.00 wib, anehnya, terminal yang diberitahu teman kami kosong, tidak ada bus samasekali, bahkan angkotpun tidak ada, kecuali beberapa tukang ojek yang masih mangkal. Kamipun bertanya tentang daerah yang akan kami tuju, ternyata tak satupun tukang ojek yang tahu tempat itu, akhirnya kami mencari masjid, dan kamipun sholat jama maghrib dan isya. Setelah sholat, kami bertanya bus apa yang bisa membawa kami ke kota jogjakarta.

Ya, naek bus dalam keadaan yang tidak kami tahu kemana tujuan kami, tidak tahu dimana kami akan menginap nanti, melihat uang yang ada hanya sedikit, tidak cukup rasanya untuk menginap di hotel, bahkan di penginapan kecil sekalipun. Namun, Allah memberikan kami perjalanan satu minggu yang begitu indah, tanpa uang sepeserpun dan bukan dengan bantuan kawan yang tadinya akan kami tuju. (kisah ini akan saya ceritakan nanti di halaman lain)

Kawan, saya disini tidak akan bercerita tentang bagaimana suasana jogja, atapun perjalanan saya dan sobri ke jogja itu, tapi ada satu hal yang menarik ketika kami naik bus tsb.

Tiba saat, beberapa, anak muda menaiki bus, ternyata mereka adalah pengamen, lagu pertama dinyanyikan adalah jogjakarta, ada sekitar 5 lagu yang mereka nyanyikan, semua merreka bawakan dengan penuh keceriaan, ketika sudah selesai, mereka pun pamit, anehnya, orang-orang d bus tersebut berteriak, lanjutkan, terusin lagunya enak, yah, dengan terpaksa merekapun melanjutkan nyanyinya, hingga sampai pada 10 lagu, kemudian mereka pamit, sy memberikan uang 5 ribu rupiah, tahun 2003, sprtinya 5 ribu sudah banyak untuk diberikan ke pengamen jalanan, hebatnya, orang-orang pun memberikan uang yang tidak sedikit, bahkan ada yang memberrikan 50 ribu rupiah, hingga anak-anak muda itupun berlalu dari bus dengan hati yang sangat gembira.

Kawan, kalau kita pernah mengeluhkan tentang dunia, kehidupan yang sulit, kemudian kita beribadah dengan tekun, ditambah lagi kita berdoa, merintih dan berbicara kepada Allah,berkali-kali kita berdoa, namun rasanya doa kita tak kunjung terjawab, begitupun dengan saya, maka, ketika itu kawan, saya teringat dengan pengamen ini.

Jika Allah belum mengabulkan keinginan kita, maka jangan berhenti untuk terus berdo’a, karena Dia pun sedang ingin terus mendengarkan suara kita, mendengarkan rintihan dan lantunan kita, hingga Dia ingin mendengarkan suara kita membacakan surat-surat cintaNya, yang belum tentu indah ketika dibacakan oleh orang lain. Hingga pada saatnya, Allah SWT memberikan kita bukan hanya yang kita inginkan, tetapi apa yang kita butuhkan. Jauh lebih indah dari apa yang kita bayangkan.

Saya yakin, ketika pengamen tersebut berhenti pada lagu kelima, padahal dia masih bisa menyanyikan lagu lain untuk diperdengarkan dan disenangi oleh pendengar, maka, dia pun keluar dari bus tersebut dengan hanya membawa beberapa lembar uang yang jauh lebih sedikit.

Kawan, berikanlah yang terbaik yang kita miliki kepada Allah, kalaupun kita tidak memiliki harta karena belum memiliki pekerjaan, atau bahkan tidak memiliki makanan untuk kita bagikan, karena habis di PHK, atau bisnis yang bangkrut, maka berikanlah lagu terindah kita untuk Allah SWT, Allah akan senang mendengar do’a – do’a tulus kita, Allah gembira, ketika kita juga bergembira membacakan satu demi satu ayat-ayatNya. Insya Allah, pada saatnya, pada saatnya kita bisa memberikan, tidak hanya doa dan lantunan ayatNya, tetapi juga harta, jiwa, raga, kalau boleh pinjam kata-kata KH. Ahmad Sahal: “Bondo, Bahu, pikir, lek perlu sak nyawane pisan” Allah akan membuka jalan hidup yang lebih baik, ketenangan yang sulit digambarkan, juga kebahagiaan yang tidak hanya kita sendiri yang merasakan, tetapi juga dirasakan oleh orang lain.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kalian tidak akan mendapatkan kebaikan,sehingga kalian memberikan apa yang kalian cintai, dan apapun yang kalian berikan, sungguh Allah Maha Mengetahui (QS: Ali  Imron: 92)

Selamat Menikmati hidangan Allah berupa surat cintaNya pada ayat-ayatNya, semoga kita bisa terus menjadi hambaNya yang selalu memberikan yang terbaik.