Image

Rasanya, tak bisa dipungkiri, bahwa kita diberikan karunia oleh Allah waktu yang sama, setiap orang mendapat jatah yang sama,ahli surga ataupun ahli neraka, sukses ataupun tidak, bahagia maupun terbelangsak, sama-sama diberikan 24 jam, hanya saja, terkadang dan bahkan banyak sekali, maksimalisasi dan optimasi waktu itu yang berbeda,

Imam al-Ghozali pernah mengatakan: “perbaiki kapalmu, karena lautan sangatlah dalam, dan ambillah bekal, karena perjalanan sangatlah panjang”

Jaga iman baik-baik, karena dunia ini penuh ujian dan tantangan,dan siapkanlah bekal amal baik kita, untuk perjalanan panjang menuju akhirat kelak.

Perjalanan ini sangat jauh, ketika kita akan berjalan keluar kota, sudah pasti kita membawa bekal, makin jauh jarak yang kita tuju, makin banyak juga bekal yang kita persiapkan, alangkah sengsaranya manusia, ketika dia akan pergi ke suatu tempat yang jauh, modalnya hanya nekat, bagaimana nanti sajalah, kebahagiaan yang diharapkan, hanya akan menjadi kesusahan dan kesulitan yang terjadi. Inilah tamsil perjalanan dunia, tak ada perjalanan yang indah dapat dibayangkan kecuali dengan persiapan dan bekal yang baik dan cukup. Lalu, bagaimana kalau kita membayangkan dengan kehidupan akhirat nanti? Sudahkah waktu 24 jam kita benar-benar kita gunakan untk mempersiapkan bekal, ataukah kita sia-siakan.

Sebodoh-bodohnya manusia, adalah, manusia yang diberikan modal, dan modalnya dihamburkan sia-sia. Satu desah nafas adalah satu langkah menuju kubur, perayaan ulang tahun, adalah perayaan sisanya waktu kita. dan satu-satunya yang tidak dapat direm adalah waktu.

Mudah-mudahan, waktu yang diberikan kepada kita, menjadikan kita ahli-ahli surga, bukan neraka, manusia yang sukses bukan sengsara, bahagia dan bukan merana, bukan hanya dunia, tetapi jg akhirat. Aamiin.