Tag

, ,

Hanya Allahlah sebaik-baiknya Pemberi Rezeki
(al-Jumuah:11)

ketika sedang bersama sahabat, Rasulullah SAW menceritakan kepada mereka suatu cerita yang pernah disampaikan oleh Jibril as kepadanya:
Ketika Nabi Sulaiman as sedang beribadah di tepi danau, ia melihat seekor semut berjalan dengan menggigit selembar daun hijau di mulutnya, dilihatnya semut tersebut berteriak, kemudian keluarlah seekor katak lalu membawanya ke dasar. Setelah beberapa saat keluarlah semut tersebut terapung diatas air, Nabi Sulaiman pun bertanya apa yang dilakukannya di dasar danau, semut menjawab: “di bawah di dasar danau, terdapat batu besar, dan di tengahnya terjepit seekor ulat yang rezekinya diserahkan Allah kepadaku. Maka, dalam sehari aku membawa makanan dua kali, diantar oleh malaikat yang menjelma sebagai katak, kemudian aku kembali ke permukaan. Setiap kali selesai memberi makan, ulat tersebut bersyukur kepada Allah dan berkata: Maha Suci Allah, yang telah menciptakan aku serta mentakdirkan aku hidup di dasar danau ini tetapi tidaklah ia melupakan rezekiku.
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya QS:Hud:6. 

Allah SWT tidak pernah melupakan rizki bagi ciptaanNya, dimanapun dan kapanpun mereka berada.

Kawan, Ketika muda, kita ketakutan dibayangi kemiskinan di waktu dewasa,
dan ketika dewasa, kita terus dibayangi kesengsaraan di waktu tua,Disaat sebelum bekerja, kita takut dengan nasib kita ke depan, ketika bekerja pun kita terus was was kalau-kalau kena PHK, sehingga syetan mudah menggoda kita untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji, karena memang syaitan selalu menaku-nakuti manusia dengan kefakiran dan kemiskinan, batasan-batasan Allah pun dengan mudahnya kita langgar, Inilah cermin ketidakyakinan dan kurangnya iman bahwa Allahlah sebaik-baiknya Pemberi rezeki, sehingga kita melupakan Allah SWT.

Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia (kekayaan)Nya .Dan Allah Maha Luas (kekayaanNya) lagi Maha Mengetahui.(albaqarah:268)

Kehidupan ini ada yang punya, ada yang mengendalikan, dan ada yang mengatur, dialah Allah SWT, kitapun tahu tidak ada pemberi karunia kecuali diriNya, tidak ada penolong, kecuali atas izinNya.

Sungguh Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sungguh Dia Maha Mengetahui akan hamba-hambaNya lagi Maha Melihat.(al-Isra:30)

Dalam surat ini (al-isra 30-41), ketika Allah SWT menerangkan kepada kita, bahwa hanya Dialah Maha Mengatur rezeki, Allah pun menerangkan setidaknya ada 8 batasan-batasan agar kita tidak menempuh jalan-jalan syetan dalam mencari rezeki:

1. Jangan takut miskin, apalagi sampai menelantarkan anak hingga naudzubillah membunuhnya.
2. Jangan mendekati Zina, hanya karena kemiskinan yang mendera
3. Jangan saling membunuh untuk hanya sekedar sesuap nasi.
4. Jangan mengurangi timbangan dalam berdagang, curang dalam berbisnis, korupsi dalam pekerjaan,
5. Jangan memakan harta anak yatim.
6. Jangan Mengikuti cara-cara yang tidak kamu ketahui kebenarannya.
7. Janganlah berlaku sombong di muka bumi karena kekayaan.
8. Dan terakhir, Jangan syirik kepada Allah, jangan sampai tidak bersyukur atas segala karunia, sehingga kita melupakan beribadah kepadaNya.

Bukankah Karena hanya alasan kemiskinan, kita mencari rezeki dengan menjual tubuh untuk dipertontonkan, bahkan menjual diri hanya karena takut tidak bisa hidup, kita memalsukan tanda tangan, mengurangi timbangan, tidak jujur dalam berdagang, korupsi kolusi dan nepotisme, hingga saling bunuh, kita kumpulkan harta haram dengan entengnya, seakan tidak tahu bahwa Allah Maha Melihat, kita makan rezeki orang dengan santainya, seakan tidak tahu bahwa Allah Maha mengawasi.

Bukankah karena takut kehilangan jabatan, karena takut harta ludes, karena takut usaha hancur, kita berani meninggalkan Allah Tuhan kita, dan mencari tuhan yang lain, pergi ke orang pintar, meminta pertolongan kepada ajimat. Kita dengan mudah meninggalkan shalat karena takut kehilangan pekerjaan, padahal Allah lah yang memberikan kita pekerjaan. Tanpa menyadari bahwa Allah sedang kita duakan.

Dan bukankah karena takut kehabisan harta, sebagian kita enggan untuk berbagi, enggan mengeluarkan zakat dan sedekah. Malah dengan bangganya mempertontonkan kekayaan, tanpa menghiraukan orang lain di sekeliling kita yang sedang menangis karena lapar.

Dan Sering terjadi, karena takut lapar dan malu, sebagian kita menelantarkan anaknya, membuang janin, hingga sampai membunuh kandungannya sendiri, hingga kita saling bunuh, hingga ada yang membunuh orangtua yang telah merawatnya, hanya karena sesuap nasi.

Dan hebatnya, kita membangun pabrik dosa dan maksiat di tubuh kita dan keluarga kita, seakan kita tidak akan pernah mati, dan tidak akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan segala amal kita di dunia. Seribu rupiah, sepuluh ribu rupiah, terlalu mahal untuk beramal dan berbagi, sedangkan untuk bermaksiat, kita habiskan uang ratusan, bahkan jutaan rupiah.
Dengan bangganya kita bermaksiat kepada Allah dengan rezeki yang Dia berikan kepada kita.

Dan sungguh Kami telah ulang-ulangi (penjelasan ini) dalam mencari rezeki) di Al Qur’an, agar mereka (manusia) selalu ingat. Akan tetapi, peringatan itu tidak lain hanyalah menambah mereka berpaling (dari Kami) .(al-Isra:41)

Saudaraku, Allah Maha Pencemburu, Dia tidak senang diduakan, Dia menghendaki, sekali kita bertuhan Dia, hendaknya kita berkomitmen bertuhan hanya kepadaNya,

Sejatinya, Allah Maha Pemberi rezeki, tapi ketika Dia hendak memberikan rezekinya kepada seseorang, Dia melihat ada tuhan lain yang diyakini orang tersebut bisa membawa keberuntungan, baik itu berbentuk azimat, wafak, atau bahkan manusia yang lain, pekerjaan juga jabatan, maka Allah seolah-olah berkata: “mintalah dulu pada tuhanmu itu, ketika nanti dia tidak bisa memberimu rezeki, maka mintalah kembali kepadaKu, tapi kau singkirkan dulu tuhanmu dari hadapanKu”

Kita Seringkali menyalahkan Tuhan ketika sedang dihadapi masalah. Padahal seringkali kesusahan yang terjadi, permasalahan yang muncul, boleh jadi sebab kita berjalan tanpa aturan yang sudah Allah gariskan di dalam alqur’an dan assunnah. sering Kita hidup tanpa arah, kita berjalan tanpa tujuan, seringkali kita merasa sudah hidup benar, enggak tahunya salah, kita merasa sudah lurus, ternyata bengkok, kita merasa sedang memupuk kebahagiaan, tapi malah penderitaan yang terjadi. Bukan dunia yang kita dapatkan, melainkan neraka.
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
Thaha: 124

Saudaraku, Yakinlah, Rezeki mudah dicari, cari saja dulu Sang Pengatur Rezeki, rezeki mudah didapat, dengan mendekati Pemiliknya, rezeki yang didapat dengan melupakan Allah, bukanlah rezeki, melainkan bibit penderitaan dan kehampaan,
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik (karunia) mereka dengan berangsur-angsur , tanpa mereka sadari.(al_a’raf:182)

Dan bagi manusia yakin dan bertakwa, taat dan patuh kepada Allah, ia akan berikhtiar dengan melibatkan Allah, ia serahkan urusan rezeki kepada Pemiliknya. Ia yakin bahwa Allah selalu berkehendak yang terbaik untuk hambaNya yang bertakwa, ia percaya bahwa Allah selalu memudahkan dan tidak mempersulit, dan ia percaya apapun yang terjadi selalu ada maksud baik dari Allah untuknya, yang diperlukan hanyalah selalu berbaik sangka kepada Allah, bersyukur serta bertawakkal.

Ia melihat langit dan bumi yang selalu ikhlas dan bertasbih kepada Allah, diberikan hujan ia ikhlas, diberikan mentari pun ia ikhlas, hingga di langit, kita dapat melihat pelangi yang indah diantara keduanya (mentari dan hujan).
Dan , tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah ni’mat itu kepadamu, dan jika kamu mengingkari , maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” .(ibrahim:7)
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya.(atthalaq:2-3)

Selamat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dengan selalu mengutamakan ridho Allah dalam segala hal terutama dalam mengais rizki.

Ahmad Irfan Syauqie, khutbah idul fitri 1421 H, Cipete