Image

Pernah suatu hari seorang kawan berkata kepada saya, bahwa dia pengen banget keluar dari pekerjaannya, bosan, kesel, capek, bosa galak, tidak adil, kerjaan selalu disalahkan dan lain sebagainya, bahkan ketika bangun tidur pun, dia sudah males untuk memikirkan kantor dan berangkat bekerja, dia ingin sekali ingin mendapatkan pekerjaan baru yang menurutnya lebih baik.

Begini kawan, layaknya pagi hari ketika bangun tidur kita ingin sekali makan nasi uduk, tak ada yang salah dengan keinginan tersebut, maka beranjaklah kita berjalan, mencari penjual nasi uduk, bahkan kalau sedang pengen sesuatu, seperti nasi uduk ini, kita akan mencari penjual nasi uduk yang terleat dan maknyus di tempat kita, hingga kita makan dan puas. Namun kadang yang salah adalah, ketika ingin nasi uduk, kita hanya bicara saja, mau mandi bilang pengen nasi uduk, naek angkot untuk kerja bilang pengen nasi uduk, sampai di kantor bilang ingin makan nasi uduk, samapi sedang sarapanpun kita bilang ingin nasi uduk, sehingga seluruh energi, waktu, terbuang sia-sia hanya untuk bicara nasi uduk. Capek kan? Bahkan sarapan lezat yang terhidang di hadapan kita pun akan menjadi tidak enak, karena kita memikirkan sarapan dengan nasi uduk.

Maka, kawan, banyak bicara untuk mendapatkan sesuatu saja tidak cukup, bahkan tidak enak, terlebih lagi orang lain yang mendengarkan kitapun yang tadinya antusias, lama-lama bosan, sehingga kita menjadi manusia yang kurang bersyukur, bekerja tidak maksimal, mengeluh, membicarakan oranglain, hingga dzalim terhadap waktu dan nikmat yang sudah Allah berikan. Mari kita lihat, bagaimana Allah menuntun kita dalam surat annisa ayat 97:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan sesungguhnya orang-orang yang telah meninggal, dan dzalim atas dirinya sendiri ditanya oleh malaikat, kenapa kalian ini? Mereka menjawab, kami terdzolimi, tertindas di muka bumi, maka malaikat pun bertanya kembali: bukankah bumi Allah itu luas?dan kalian bisa hijrah disana (pindah dari satu tempat ke tempat lain). Maka, tempat mereka adalah neraka jahannam, seburuk-buruknya tempat kembali.

Kawan, ketika neraka dunia sudah membuat kita menangis, merana, sedih, bingung, lelah, capek, bagaimana dengan neraka di akherat nanti. Semoga kita benar2 bisa menjadi hamba2Nya yang sellalu bersyukur, tidak dzalim dan berani mengambil langkah terbaik untuk dunia maupun akhirat kita, aamiin.